Sabtu, 16 Mei 2009

2.600.000.000.000 Rups per Annum

Mengutip sebuah berita yang dilansir oleh koran elektronik , dikatakan bahwa Kejaksaan Agung menganggarkan sebesar 20 juta rupiah untuk biaya penanganan satu kasus. Padahal, masih tulis koran tersebut dalam tahun ini kasus yang sudah terdaftar dan siap ditangani sebanyak 130.000 buah kasus. Bukan main banyaknya , dan jika angka itu dikalikan maka akan didapat angka fantastik seperti judul di atas !!!

Dulu, ketika dekade 90-an muncul berita pembobolan bank pemerintah sebesar 1,3 triliun saja masyarakat sudah heboh membayangkan banyaknya jumlah uang tersebut, kini anggaran itu mencapai angka 2,6 triliun untuk menyelesaikan kasus. Dan jumlah uang yang terlibat akan lebih besar lagi jika kita tambah dengan uang yang dikeluarkan oleh orang yang berperkara atau kerugian yang diakibatkan oleh perkara tersebut.

Sesuatu dikatakan menjadi kasus atau perkara karena sesuatu itu diangap tidak sesuai atau bahkan melanggar hukum positif yang berlaku. Sehingga bisa dikatakan pelanggaran itu adalah kejahatan terhadap hukum. Negeri kita yang terkenal dari jaman nenek moyang sebagai bangsa yang santun, dan religius kenapa masih menyimpan gunung es kejahatan sebesar itu ?

Coba bayangkan jika semua komponen bangsa ini sadar, semua berjalan diatas peran masing masing dan bertindak sesuai hukum sehingga angka kejahatan bisa ditekan. Bukankah anggaran diatas bisa dialihkan untuk sesuatu yang lebih produktif?. Untuk investasi misalnya yang akan menyedot banyak tenaga kerja, untuk membangun sarana infrastruktur kesehatan dan pendidikan tentu akan lebih banyak mendatangkan benefit.

Anggaran negara diambil dari devisa negara yang secara tidak langsung menurut sistem pemerintahan negeri ini itu adalah uang rakyat. Jadi rakyat yang satu berbuat jahat , tapi rakyat yang lain harus mengeluarkan uang untuk menyelesaikan kasus tersebut . Tega nian jeruk makan jeruk !Kalau rakyat mengeluarkan uang untuk memakmurkan rakyat yang lain itu adalah suri tauladan, dan agama pun mengajarkannya.

Kehidupan bernegara ini adalah rangakaian panjang satu proses, yaitu proses hidup bernegara. Intinya adalah dalam sebuah proses yang terdiri dari banyak subproses, setiap aktivitas akan membentuk output – input. Kita sebagai individu adalah pelaku subproses, jadi jika kita memberikan output yang buruk sudah pasti subproses berikutnya akan menerima input yang buruk juga.

Maka hendaklah masing – masing insan Indonesia memberikan output yang baik kepada insan Indonesia lainnya , sehingga gerbong bangsa bisa terus berjalan menuju kejayaan negeri yang aman, sentosa, makmur berkeadilan.

Ayo, kita mulai !


13 komentar:

  1. aku nggak tau sistem apa yang dipakai di atas sana, tapi yang pasti diperlukan sistem agar dana yang dikeluarkan pemerintah yang se efisien mungkin

    BalasHapus
  2. aku suka kata-kata pada alinea terakhir yang isinya ajakan untuk perbaikan negeri ini.

    BalasHapus
  3. ck ck ck... duit sebanyak itu kaya apa yah... aku ngga kebayang tuh.

    BalasHapus
  4. Bentuknya kek apa ya uang sebanyak itu?
    *Bayangin dulu nich*

    BalasHapus
  5. waduh banyak banget uangnya, di pake buat apa y ma mereka?

    untuk memulai suatu perubahan yg lebh baik adalah d mulai dari diri sendiri. hmmm itu yg bisa saya dapat dari isi postingan kali ini

    semangat....!

    BalasHapus
  6. Kok mahal amat ya, amat saja ga mahal....hehehe...

    BalasHapus
  7. Itu duit semua ya mas.... duit rakyat lagi...

    BalasHapus
  8. @Ciput : anggaran yg efisien mmg diperlukan di negara yg luas dan besar spt negeri kita

    @Risti : mudah2an begitu , Mas

    @Radil : bener2 banyak tuh

    @Lala : pokoknya kalau dibelin kerupuk buanyak deh dapetnya

    @dwina : semangat juga ...! aku sudah mulai lho ya, walau hanya nulis artikel

    @awal : memang muahal biaya utk itu

    @buwel : bener mas kita hampir tak percaya ya, ternyata gunung es begitu besar

    @Bu Guru : Belum lagi kalau kita tambah dengan uang dari pihak terkait yg sama2 memberantas kejahatan, angkanya bisa pangkat 30 kali ya

    BalasHapus
  9. siiippp! ayo kita mulai bang!

    BalasHapus
  10. Sebenarnya rakyat mendapat bagian namun jatahnya sangat sedikit sekali. Itupun itu pun ada yang sampe pingsan bahkan tewas dalam antrian BLT yang berdesak-desakan. Padahal ngambil jatah duitnya sendiri, kasihan sekali rakyat...

    BalasHapus
  11. @JengSri : ok ayuk kita mulai..

    @Mas Mufti : yang sampai ke rakyat sedikit karena melalui proses yang panjang sehingga banyak restriction-nya

    @honda : salam kenal kembali, terima kasih
    btw, mobilnya bagus ya

    BalasHapus