Selasa, 17 Maret 2009

Musim Sepi

Satu lagi musim kita kenal di negeri ini yaitu musim sepi bukan musim semi seperti yang terjadi di belahan bumi lain. Musim sepi ini tak lepas dari beberapa berita hasil tayangan tv saat kick-off kampanye terbuka di mulai untuk para kontestan. Walau tidak semua kampanye perdana partai yang mendapat jatah giliran sepi simpatisan, masih ada beberapa yang cukup banyak dihadiri kader – kadernya.

Walaupun telah menghadirkan orang nomor satunya di partai, seperti yang ditayangkan tv tadi tetap tidak bisa menjadi magnet agar simpatisan datang ke lapangan. Bahkan di satu daerah karena sangat sepi peminat para caleg terpaksa turun panggung dan langsung kampanye door-to-door. Ada lagi di lain tempat acara yang bertajuk atau tepatnya dembel-embeli rapat akbar harus ditutup cepat karena setelah dua jam menunggu simpatisan yang ditunggu tak jua hadir memenuhi lapangan terbuka.

Jika kita kiaskan kampanye tersebut ibarat barang dagangan, tentulah sepi pengunjung bagi sang empunya hajat harus segera intropeksi. Sepi pengunjung saat kampanye bisa diakibatkan oleh beberapa kondisi :
  • Kurangnya publikasi akan produk
  • Banyak produk sejenis di daerah tersebut, sehingga posisi tawar rendah (banyak janji sejenis yang sudah diumbar oleh partai lain)
  • Produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan strata masyarakat sekitar yang dijadikan obyek pasar (kampanye salah sasaran, bukan didaerah basis massanya)
  • Mutu dan harga produk yang kurang kompetitif (program kerja yang diusung kurang meyakinkan )
  • Tenaga penjual kurang handal ( juru kampanye tidak jelas track recordnya )
  • Produk yang tidak menyediakan layanan purnal jual ( umbar janji palsu/ OmDo )
  • Lokasi tidak strategis ( tempat kampanye kurang representatif )
  • Produk yang tidak inovatif ( L4 – Lu Lagi Lu Lagi ..cape deh )
  • Produk yang tidak dibutuhkan masyarakat ( wah..ini paling parah..harus cari pasar ekspor nih..)
Saat nanti Anda lihat berita di tv atau lihat langsung kampanye yang sepi pengunjung coba kaitkan kondisi riil dengan alasan diatas kira – kira masuk kategori mana. Kalau semua kriteria tidak ada menurut Anda buatlah kriteria sendiri.

Tapi perlu dicatat, alasan sepi kampanye tersebut tidak ada hubungannya dengan blog yang sepi. ( ha..ha..ha...)

Read More..

Selasa, 10 Maret 2009

Mereka Telah Memberi Bukti, Bukan Janji

Bulan – bulan menjelang pesta demokrasi mungkin paling banyak kita jumpai tebaran pesona janji, baik melalui media tv , poster dan banyak lagi media yang digunakan. Ah....saya sedang tidak akan menulis soal pesta tersebut, tapi saya ingin menulis beberapa pengalaman pribadi yang melukiskan individu – individu yang tidak bergeming untuk memiliki pada sesuatu yang bukan menjadi haknya malah berusaha mencari siapa pemilik hak dari barang atau sesuatu tersebut.

Secara materi mungkin nilainya kecil, tapi niat baik dan ikhlasnya besar dan semoga Yang Maha Kuasa mencatat sebagai amal baik. Untuk menjaga ketulusan hati individu tersebut , maka nama dan tempat ditulis tidak secara detail.

Barang itu masih ada setelah sebulan
Saat itu di suatu departement store di kawasan jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, saya membeli bor tangan portable. Setelah membayar dikasir kamipun bergegas meninggalkan lokasi belanja tersebut . Setelah malam kami baru sadar ternyata barang tersebut tidak ada, dan tidak yakin apakah tertinggal di mall atau di taksi. Akhirnya kami menganggap barang tersebut telah hilang.

Kami memang belum mencari kembali ke tempat membeli karena saya harus berangkat ke Mataram, sedang ‘permaisuriku’ dan anak – anak pergi ke Jogja.

Kurang lebih sebulan kemudian , saat kami berkunjung ke Jakarta secara iseng ‘permaisuriku’ membawa bukti struk belanja dan menanyakan apakah ada barang tertinggal di sini sebulan lalu. Ternyata ... bor tangan merk Makita tersebut masih duduk manis di rak kasir, dan diserahkan kepada kami dalam bungkusan yang juga masih rapi.

Mbak kasir, terima kasih yaa... dan bagi pengelola mall, semoga mall Anda tambah ramai.

Pak, ini uang Anda !
Kejadian berikut terjadi saat selesai transaksi di ATM di kota kami tinggal. Setelah dari mesin ATM kami jalan – jalan ke pertokoan. Sekitar lima sampai sepuluh menit kemudian ada seorang pemuda berambut gondrong mengejar kami.
“Pak, Bapak habis dari ATM?” sapanya
“ Betul” jawabku sambil selidik apa maksud pertanyaannya
“ Berarti ini uang Bapak” lanjutnya sambil menunjukkan beberapa lembar
“ Bukan, uangku ada kok” jawabku sambil terus melangkah
“Saya menemukan di mesin ATM, coba hitung uang Bapak” nggak mau kalah dia

Setelah dihitung, benar ada kurang jumlahnya dan pemuda itu menyerahkan kepada kami sambil sekali lagi meyakinkan bahwa uang tersebut ditemukan di meja ATM.

Mas...terima kasih, dan ma’afkan kami karena tadinya kami berprasangka tidak baik. Biasalah modus operandi menggunakan ATM kan masih marak. Semoga Alloh S.W.T. membalas amal baik saudara amin ....

Dompet hilang masih nggak sadar
Kejadian ini terjadi beberapa hari lalu. Saat itu saya selesai dari tempat pencucian kendaraan kemudian istirahat tidur siang. Hampir setengah empat sore ada dua orang bertamu sambil membawa KTP dan menanyakan apakah betul itu KTP saya. Ternyata betul, tapi darimana Anda mendapatkan KTP tersebut ? tanyaku.

Dengan lembut dia sampaikan tolong Bapak periksa apakah Bapak kehilangan dompet ? pintanya. Astagfirulloh.... dua buah dompetku ternyata tidak ada di tempat. Kujelaskan isinya dua buah SIM, STNK , kartu ATM,KTP dan sejumlah uang, dan mereka meng-iyakan.

Mereka mengaku menemukan di bawah bangku tempat duduk di pencucian kendaraan. Dengan meminjam sebuah sepeda motor mereka berusaha mencari alamat sesuai KTP. Setelah sempat berputar – putar karena memang belum pernah datang ke daerah tempat tinggal saya akhirnya ketemu juga kediaman sang empunya sesuai alamat KTP.

Tanpa mengurangi rasa hormatku pada mereka, saya berpikir bahwa mereka ( berumur sekitar 19 – 25 tahun ) juga sangat mebutuhkan uang.Tapi dua buah dompet tersebut masih utuh bahkan mereka rela bersusah payah mengembalikan.

Tidak cukup hanya berterima kasih, hatiku deg-degan terus hingga sore hari, pelajaran apa yang mereka berikan kepada saya ? Hingga saya merasa perlu datang lagi di sore harinya ke tempat di mana dompet tersebut ditemukan hanya sekedar bersapa dengan mereka serta memandang wajah mereka yang seakan lebih putih dari hatinya walaupun kesehariannya menghadapi tekanan hidup yang keras.

Saudaraku ...terima kasih, walaupun kita butuh dan kurang ternyata tidak harus menghalalkan segala cara. Semoga rahmat Yang Kuasa selalu tercurah kepada kita ..amin...
Read More..

Senin, 16 Februari 2009

Derby Milano

Pertandingan sarat prestise di kancah sepakbola liga italia akhir minggu ini menghadirkan dua tim sekota AC Milan versus Internazionale Milan. Dua tim satu darah itu harus berjibaku menjadi yang terbaik di kota mode Milan untuk menarik hati pecinta sepakbola tidak saja di daerah asal mereka tapi lebih luas lagi untuk bolamaniak seantero bumi. Duel dua kutub itu akhirnya dimenangi oleh Internazionale dengan skor 2-1 sekaligus balas dendam atas kekalahan diputaran pertama.

Walaupun bermodal pemain gemerlap, kekalahan AC Milan sudah banyak diprediksi oleh pakar jauh sebelum pertandingannya sendiri digelar. Alasan para pakar tak lain karena lini pertahanan AC Milan dihuni oleh para generasi ‘old crack’ sehingga rentan terhadap serangan balik cepat. Kritik tersebut bukan kali ini muncul, tapi sudah ada sejak tahun lalu.

AC Milan bukannya tak paham akan kelemahannya, tapi mereka juga tidak hanya memikirkan prestasi mengkilap, mereka tetap butuh pemain yang masuk kategori ‘old crack’ tadi karena mereka adalah bagian inti saat jaya.

Disini mungkin AC Milan memegang pepatah habis manis sepah tak dibuang. Saat dunia begitu materialistik dimana semua dinilai dengan hasil akhir , AC Milan menjadi sedikit tim besar dunia yang sangat menghargai pemainnya ( Manchester United adalah salah satu lainnya ). Pemain uzur atau pemain cidera tidak serta merta diputus kontrak ataupun dijual. Walaupun mungkin gaji tidak dibayar penuh bagi pemain cidera tetapi setidaknya pemain itu masih mempunyai klub sehingga masih punya posisi tawar dibursa transfer.

Jika cerita diatas kita tarik ke dunia kita, rata – rata manusia hanya melihat sisi keuntungan dari dalam dirinya sendiri, tanpa melihat dari sudut lain. Tak jarang dari kita saat melihat kontribusi seseorang menurun tanpa dialog dan cari solusi langsung mengambil keputusan yang menyudutkan pelaku. Itu bisa terjadi di dunia mana saja , dunia industri , dunia masyarakat sosial dll.

Walaupun layak dipertahankan bukan berarti profesionalisme kita acak – acak seenaknya . Masing masing partit harus menyadari tujuan utama organisasi. Yang punya otoritas tidak mudah mengatakan bangkrut, tak berkontribusi dan sebagainya sementara bagi sub-ordinat juga harus tahu diri kapasitasnya sehingga tidak mengganggu roda organisasi.

Saat ini kita perlu melihat contoh dari AC Milan dalam menyikapi dunia industri yang lagi tidak menentu akibat krisis global. Bagi pengusaha janganlah krisis dijadikan alasan untuk saving terhadap diri sendiri sehingga menimbulkan kerawanan sosial. Keterbukaan , kejujuran bernilai lebih dari sekedar harta.

Read More..

Jumat, 06 Februari 2009

Badai Krisis

Krisis global telah menghantam semua sendi kehidupan manusia. Seluruh negara dengan skala masing – masing merasakan dampak ketidak stabilan model perekonomian saat ini yang banyak dianut oleh warga dunia.

Banyak pakar ekonomi memberi nasehat agar kita bersiap menghadapi krisis dengan berbagai cara . Salah satu contoh kita dinasehati untuk hati hati saat berinvestasi atau lebih baik pegang uang cash saja, dan lain – lain. Itu untuk yang punya uang , jika kita tidak punya uang terus bagaimana …?

Persiapan secara materi memang perlu , karena itu bagian dari ihtiar. Ihtiar memang harus maksimal , namun untuk berhasil atau tidak sama sekali bukan urusan manusia. Hal ini para alim menyebutnya dengan tawakal. Tawakal inilah yang jarang sekali dibahas oleh pakar jika bicara masalah krisis global.

Krisis ini bagi sebagian banyak adalah hambatan , tapi sebenarnya juga menyimpan peluang. Kita sebagai bangsa justru mempunyai momentum untuk bangkit terbebas dari dikte dan kontrol bangsa yang mengaku lebih maju.

Jadi …? Krisis ini sebagi pemicu kita untuk bisa lebih mandiri. Sebagai bangsa yang besar dengan potensi berlimpah tak seharusnya kita terseret arus ekonomi yang tidak stabil. Jumlah penduduk Indonesia besar cukup potensial untuk pangsa pasar sebuah produk, juga modal tenaga kerja yang banyak. Kekayaan alamnya berlimpah ,lautnya luas dengan isinya beraneka sumber kehidupan.

Jika saja potensi diatas diolah dan dikembangkan dengan asas manfaat , tentunya kita tak perlu kawatir soal krisi global. Bayangkan jika saja kekayaan alam diolah untuk pemenuhan rakyat dalam negeri sehingga menghasilkan berbagai barang industri dan dipasarkan untuk rakyat.

Tapi saat ini semua kekayaan alam diolah dengan asas keuntungan ( profit oriented ) sehingga semua usaha harus menghasilkan keuntungan sebesar – besarnya . Bahkan terkadang keuntungannya karena hasil dari penderitaan orang lain. Tak peduli bagaimana perasaan orang lain yang penting kita untung besar.

Momentum 100 tahun kebangkitan nasional seharusnya kita buat bukti konkrit tidak sekedar wacana. Entaskan Indonesia dari krisis dengan mandiri dan pemanfaatan kekayaan alam berasas manfaat sesuai amanat undang – undang.
Read More..

Kamis, 01 Januari 2009

2008 - 2009


Hari ini, seluruh dunia sepakat menghitung sebagai awal hitungan tahun baru berdasarkan tarikh masehi. Kembang api banyak mewarnai langit yang gelap hingga nampak terang seakan memberi harapan bahwa waktu yang akan datang secerah kembang api menerangi gelapnya langit.

Setelah hampir setahun dunia dicekam oleh krisis finansial yang menyeluruh , kini wajar kalau penduduk dunia berharap tahun baru membawa pencerahan dan harapan positif. Harapan akan hidup yang lebih manfaat tentunya dengan mendasarkan pada sendi – sendi kehidupan yang lebih kokoh serta tahan dari badai krisis.

Yo-Yo
Para pakar mengatakan bahwa tahun 2008 ibarat permainan Yo-Yo. Ini bukan semata karena mainan ini saat sekarang sedang kembali jadi trend terutama dikalangan anak- anak, namun karena kondisi sosial masyarakat sedang naik turun seperti gerakan dalam Yo-Yo.

Ekonomi dunia bergerak kearah yang sulit ditebak oleh orang awam seperti saya. Sebagai contoh harga minyak dunia yang sempat menyentuh angka diluar psikologis , namun dipenghujung akhir tahun terus bergerak turun. Satu komoditas saja sudah membuat beberapa negara kocar – kacir dalam mengatur APBN. Dampaknya saya sebagai orang awam semakin bingung menghadapi fluktuatif harga sembako di pasaran , karena kecenderungan harga naik tapi hampir sulit untuk turun.

Namun apakah benar bahwa gerakan ekonomi dunia itu murni nature ..? tanpa ada yang mengendalikan ?. Kalau mengambil analogi permainan Yo-Yo seharusnya atau berarti kondisi dunia sekarang pastilah ada yang mengendalikan. Terus siapa pemegang kendali permainan Yo-Yo ini?. Kenapa kita sebagai bangsa yang besar dengan potensi yang melimpah belum juga sebagai pemain Yo-Yo , tapi malah menjadi bagian dari Yo-Yo yang rela terus berputar dan naik turun?

Harapan baru?
Terus bagaimana dengan 2009? . Sebagian pakar pesimis namun ada juga yang optimis. Optimisme mungkin muncul bagi mereka yang mempunyai cara pandang baru terhadap sistem saat ini yang sudah nyata- nyata sangat rentan dari tindakan spekulan.

Saya pribadi hanya sekedar berharap mudah – mudahan tahun 2009 membawa banyak kesejahteraan menyeluruh bagi umat manusia di dunia. Kedamaian , saling menghormati antar bangsa semakin terwujud, serta pencerahan baru terjadi dalam tatanan masyarakat secara integral.

Seperti kembang api diatas , menyala dalam langit gelap , membawa harapan terang. Amin.


Tambahan :
(Gambar kembang api diambil dari teras rumah, saat melihat pesta akhir tahun yang di gelar dilapangan dekat tempat tinggal. Semoga bukan pesta seremonial tanpa manfaat dan hura – hura , namun membawa perenungan pribadi untuk menjadi yang lebih baik dalam hal bersikap, bertindak dan berpikir.)
Read More..